DI PERKOSA DI DALAM WARNET
Novi jd bingung, dia pun melangkah sedikit menjauh, dalam hatinya, mungkin itu file rahasia yg tidak boleh dilihat oleh siapapun, kecuali oleh Dimas.
Setelah beberapa saat, pemuda itu berdiri dan kembali mempersilahkan Novi duduk di bangku operator tersebut.“Udah Mba, Makasih ya.”ucapnya sambil berlalu meninggalkan NOvi.
Novi kembali menatap jam di pojok kanan bawah monitor, hampir 1/2 4. berarti, 1 jam lagi sepupunya pulang, dan dia bisa istirahat setelah sholat subuh di rumah pamannya yg kira2 berjarak 100 meter dari net itu.tiba2 dia teringat sesuatu, tadi sore, sebelum berangkat Anto sempat memintanya untuk memindahkan file2nya ke folder baru.
Tak lama, Anto masuk ke net, dia masih keliatan segar meskipun baru pulang kerja.
“Gimana Nov? Rame Gak?? ” Tanyanya“Cuma ada 1 orang, itu yg biasa main dari sore sampai pagi.”“Oh si Toni ya?” Biasa dia mah. Ya udah km sana istirahat.
”“Iya, aku pulang dulu ya.. Novi pun mulai beranjak meninggalkan warnet menuju rumah sodaranya tersebut, keluarga saudaranya tersebut pasti belum pada bangun, yah mau gimana lg, dia hanya menumpang di rumah tersebut, mau bicara apa pun terasa tidak enak, untung saja dia diberi pegangan kunci cadangan, jd dia tak perlu membangunkan orang2 yg masih terlelap dalam tidurnya tersebut.EsoknyaHujan kembali turun sejak sore, dan kini ditambah dengan suara petir yg sesekali menggelagar di atas sana.
Lagi-lagi, sama seperti kemarin, cuma ada si pemuda yg bernama Toni di net itu. Waktu menunjukkan pukul 1 dinihari ketika tiba2 saja listrik padam.“Yah Mba, gimana neh??” Kata Toni setengah berteriak.
Novi tidak menjawab apa2, dia sibuk mencari lilin untuk menerangi ruangan itu.“Payah deh, lagi seru2nya pake mati lampu segala lagi,” kata Toni yg sudah berdiri tak jauh dari Novi.“Ada lilin, MBa??“Ada ini baru ketemu, ini saya lg cari koreknya”“OH, ini aja, saya ada korek kok.”sigap tangan Toni menyalakan korek dan mengarahkan apinya ke sumbu lilin yg disodorkan Novi. Lalu lilin itu ditempatkan tak jauh dari meja server.
Lumayan menerangi ruangan tersebut. Toni meraih bangku yg ada disamping, lalu duduk disamping Novi.Novi sempat merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, sebagai seorang akhwat – wanita yg aktif dalam kajian dan kegiatan dakwah – suasana seperti itu jelas sangat tidak berkenan dalam hatinya. Berdua2an dengan seorang pria yg tidak dikenalnya, dalam keadaan gelap dengan penerangan bermodalkan secercah cahaya lilin, wew, jelas sangat tidak nyaman baginya.Tak sekalipun ia pernah mengalami saat2 seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, keadaan memaksa, tak enak rasanya mengusir langganan yang setiap malam selalu datang ke warnet itu seperti Toni.Mereka diam, tak ada hal yang bisa dibahas sebagai bahan pembicaraan. setengah jam berlalu dalam keheningan, dan listrik belum juga menyala.
Keheningan berlalu saat Toni meminta kunci kulkas.“Haus nih mba, aku ambil minum ya.”untung saja Novi sudah hapal tempat kunci itu biasa diletakkan, tak lama, kunci itu sudah berada di tangan Toni. Toni bergegas mengambil minuman dan membuka tutup botolnya. NOvi terperangah ketika Toni memberikannya sebotol teh kepadanya.“Biar gak ngantuk,”Kata Toni singkat“Oh, iya makasih mas, ntar biar saya bayar sendiri ya”“Ah, jangan, biar saya aja. kan aku yg ambilin”“Yah, terserahlah,” Akhirnya Novi mengalah karena merasa tak enak hati.
Dia tak langsung meminumnya karena Toni lebih dulu bertanya padanya.“Katanya sebentar lagi mau nikah ya Mba?“Iya Mas, kok tau? Dari Anto ya?“Iya, tadi sore dia cerita. Tapi kok 2 minggu lagi nikah, mba malah ke jakarta n kerja disini?“Ribet Mas ngejelasinnya. Intinya sih, saya mau nahan diri, itu aja.”“Nahan diri? Nahan diri dari apaan? Tanya Toni“Dari nafsu, saya ngga mau melakukan hal2 yg mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya.” Jawab Novi“oh gitu toh, ic ic” Tony manggut2 seolah mengerti, padahal dia kurang paham apa yg dimaksud oleh Novi.“Di minum mba minumannya” kata Tony mempersilahkan Novi untuk meminum minuman yg telah dibelikannya. merasa tak enak, Novi pun meminum teh pemberian Toni tersebut.
Toni sendiri menatap sambil menyunggingkan senyum.Tak lama setelah meminum minuman tersebut, kantuk yg sangat hebat tiba menyerang novi, kepalanya juga terasa sangat berat. Sempat di lihatnya jam yang baru menunjukkan pukul 2, setelah ia merasakan matanya tak sanggup lagi menahan rasa kantuk yg mendadak tiba tersebut.Novi terbangun saat dia merasakan ada sesuatu yg meraba payudaranya.
Dia seperti tersengat oleh listrik ribuan kilowatt saat dia melihat jubah yg ia kenakan telah terbuka kancing di bagian depannya, dan dia lebih terkaget2 lagi saat menyadari Toni sedang meraba payudaranya. Bra yg dikenakannya sdh tidak menutupi 2 bukit indah yg menjulang tersebut.“Ngapain kamu, tolong hentikan, jgn macam2 kamu.” katanya sambil berusaha menepis tangan Toni yg sedang menggerayangi payudaranya.Tapi tangannya terasa sangat lemah, ia seperti tidak punya tenaga untuk mengangkat tangannya sekalipun.
Toni hanya diam, dia tak menjawab apa2. cuma Tangannya yg terus bergerak, meremas, dan sesekali menyentuh dengan lembut puting payudara Novi dengan jarinya.Tak cuma itu, Toni pun mulai menciumi bukit indah itu, lidahnya mengulum dan menggigit kecil puting susu Novi yang masih berwarna pink tersebut. Toni tahu betul, puting susu seperti yang ada dihadapannya pasti belum pernah terjamah oleh lidah, bahkan oleh tangan lelaki lain.Toni tak menghiraukan gadis yang terus berusaha meronta dengan tenaga nya yg lemah itu. Bahkan, tangannya pun mulai bergerak kebawah, menyelusup masuk ke dalam celana dalam Novi setelah ia membuka kancing rok yg dikenakan Novi.Novi sedikit histeris ketika vaginanya disentuh oleh jemari toni, tapi suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa2, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yg ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Anto, tempat Novi menumpang, itu pun jaraknya lumayan jauh.SAHABATQQ
Toni mengusap gundukan bukit yg sedikit berbulu itu, disentuh nya dengan lembut bibir vagina tersebut sampai akhirnya Toni tak sabar dan segera melepaskan rok dan celana dalam yang membungkus bagian bawah tubuh Novi.Novi terus berusaha berontak dengan tenaga lemahnya, rupanya, minuman yg diminumnya dicampur oleh obat bius oleh Toni, entah kapan Toni memasukkan obat bius tersebut.
Usaha berontak Novi jelas tidak berarti apa2 bagi Toni, yang ada Toni malah semakin liar menciumi payudaranya.. jarinya pun mulai berusaha untuk memasuki liang vagina Novi.Novi menggigit bibirnya ketika dia merasakan jari tengah Toni perlahan mulai masuk ke dalam vaginanya.. Perih.. dan dia pun merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam vaginanya..“Oh, kamu masih perawan ya Nov??” tanya Toni setelah ia melihat apa yg membasahi jarinya..bukannya Iba dan menghentikan perbuatannya Toni kembali memasukkan jarinya.
dan mulai menggerakkannya keluar masuk secara perlahan-lahan, dia melakukannya dengan lembut sambil bibir dan lidah nya tak berhenti bermain di payudara gadis tersebut.“argh …. tolong hentikan Ton.” kata Novi terbata-bata.Nafasnya mulai memburu, tak dapat diingkari, meski perih, meski kehormatannya sedang direnggut oleh Toni, ada perasaan aneh yg menyelusup ke dalam sanubarinya. Perasaan itu semakin menjadi2 saat jemari Toni semakin bergerak cepat di dalam vaginanya yg terasa semakin licin oleh Toni.

Komentar
Posting Komentar